Apa Itu Trafo dan Cubicle?
Dalam sistem distribusi listrik, trafo (transformator) dan cubicle adalah dua komponen utama yang saling terhubung.
Trafo berfungsi untuk mengubah tegangan listrik, sedangkan cubicle berfungsi sebagai pengaman dan pengatur distribusi listrik tegangan menengah.
Keduanya banyak digunakan pada:
- Industri
- Gedung komersial
- Rumah sakit
- Proyek infrastruktur

Isi Halaman
Pengertian Trafo (Transformator)
Trafo adalah alat listrik yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan listrik tanpa mengubah frekuensi.
Fungsi Trafo:
- Menurunkan tegangan dari 20 kV ke 380/220 V
- Menyesuaikan kebutuhan listrik peralatan
- Mengurangi rugi-rugi daya dalam distribusi
Jenis Trafo:
- Trafo distribusi
- Trafo daya
- Trafo kering (dry type)
- Trafo minyak (oil immersed)
Pengertian Cubicle (Panel Tegangan Menengah)
Cubicle adalah panel listrik tegangan menengah (±20 kV) yang digunakan untuk:
- Proteksi sistem listrik
- Switching (ON/OFF listrik)
- Distribusi daya
- Monitoring jaringan
Cubicle menjadi penghubung utama antara jaringan PLN dan trafo.
Salah satu sistem yang banyak digunakan adalah Schneider SM6, karena modular dan mudah dikembangkan.
Fungsi Cubicle dalam Sistem Listrik
Cubicle memiliki peran penting dalam menjaga keamanan sistem:
Fungsi utama:
- Melindungi trafo dari gangguan listrik
- Mengontrol aliran listrik
- Memutus arus saat terjadi fault
- Membagi distribusi ke beberapa jalur
Tanpa cubicle, sistem listrik berisiko mengalami kerusakan serius saat terjadi gangguan.
Jenis-Jenis Cubicle
Berikut jenis cubicle yang umum digunakan:
1. Incoming Cubicle
Menerima listrik dari jaringan PLN, biasa menggunakan Schneider seri SM6 IM.
2. Outgoing Cubicle
Setelah menerima listrik masuk melalui Incoming Cubicle kemudian listrik disalurkan ke beban dengan Outgoing Cubicle (Schenider SM6 QM).
3. Transformer Cubicle
Proteksi khusus untuk trafo
4. Metering Cubicle
Pada cubicle ini dilengkapi dengan Metering sebagai pengukur pemakaian listrik.
5. Bus Coupler
Menghubungkan dua sistem busbar, antara Incoming dan Outgoing ataupun ke Trafo.
Untuk harga trafo dan cubicle bisa cek di Daftar Harga Trafo dan Cubicle
Cara Kerja Trafo dan Cubicle
Berikut alur kerja sistem secara sederhana:
PLN → Cubicle Incoming → Cubicle Proteksi → Trafo → Panel LV → Beban
Penjelasan:
- Listrik masuk melalui cubicle
- Sistem proteksi aktif (relay & breaker)
- Listrik masuk ke trafo
- Tegangan diturunkan
- Listrik didistribusikan ke beban
Komponen Penting dalam Cubicle
Beberapa komponen utama dalam cubicle:
- Circuit Breaker (CB)
- Load Break Switch (LBS)
- Relay Proteksi
- Current Transformer (CT)
- Voltage Transformer (VT)
- Busbar
Contoh relay proteksi yang sering digunakan adalah Schneider Sepam Relay..
Sistem Proteksi pada Trafo dan Cubicle
Proteksi bertujuan untuk mencegah kerusakan dan bahaya.
Jenis proteksi:
- Over Current Relay (OCR)
- Ground Fault Relay (GFR)
- Differential Relay
Saat terjadi gangguan:
- Relay mendeteksi masalah
- Circuit breaker otomatis trip
- Sistem menjadi aman
Keuntungan Menggunakan Trafo dan Cubicle
Menggunakan sistem ini memberikan banyak keuntungan:
- Lebih aman (sistem tertutup)
- Proteksi otomatis
- Mudah maintenance
- Cocok untuk industri dan gedung besar
- Sistem bisa dikembangkan (modular)
Aplikasi Trafo dan Cubicle
Digunakan di berbagai sektor:
- Pabrik dan industri
- Gedung perkantoran
- Rumah sakit
- Mall dan pusat belanja
- Proyek pemerintah
Tips Memilih Trafo dan Cubicle
Sebelum membeli atau instalasi, perhatikan:
- Kapasitas daya (kVA)
- Jenis trafo (dry / oil)
- Sistem proteksi
- Kualitas brand
- Kesesuaian dengan standar PLN
Kesimpulan
Trafo dan cubicle adalah komponen penting dalam sistem distribusi listrik modern. Keduanya bekerja bersama untuk memastikan listrik tersalurkan dengan aman, stabil, dan efisien.
Pemesanan dan konsultasi silahkan hubungi kontak kami di bawah ini :
Telp / Whatsapp : +62 812-9859-5456
Email : opssinergiindonesia@gmail.com
Memahami fungsi dan cara kerjanya sangat penting, terutama bagi pelaku industri, kontraktor, dan pemilik gedung.